News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Inovasi Pakan Ternak: Pelatihan Pembuatan Pakan Fermentasi di Desa Rantau Jaya Baru

Upaya pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan hutan terus digalakkan oleh Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK). Melalui Penyuluh Kehutanan yang bekerja sama dengan Aliansi Lestari Rimba Terpadu (ALeRT), sebuah kegiatan pelatihan pembuatan pakan ternak fermentasi telah sukses dilaksanakan. Kegiatan ini ditujukan bagi para peternak di Desa Rantau Jaya Baru, Kecamatan Putra Rumbia, Kabupaten Lampung Tengah, sebagai bagian dari program pendukung kegiatan budidaya kambing di wilayah tersebut.

 

Tujuan utama dari penyelenggaraan pelatihan ini adalah untuk memberikan pengetahuan praktis kepada masyarakat mengenai cara melakukan fermentasi pakan ternak. Dengan teknik fermentasi, para peternak diharapkan dapat mengelola sumber daya pakan secara lebih efektif. Penggunaan pakan fermentasi menjadi solusi inovatif untuk menghadapi tantangan ketersediaan pakan hijauan, terutama pada musim-musim tertentu, sehingga keberlangsungan usaha ternak warga tetap terjaga.

 

Selain aspek teknis, penerapan pakan fermentasi ini menawarkan keuntungan yang signifikan dari sisi efisiensi kerja. Metode ini dirancang agar peternak dapat menghemat waktu dan tenaga dalam mencari pakan setiap harinya. Dengan stok pakan fermentasi yang tersedia, peternak tidak lagi harus bergantung penuh pada pencarian rumput segar setiap waktu, sehingga mereka memiliki waktu lebih untuk melakukan aktivitas produktif lainnya.

Dari sisi kesehatan hewan, pakan fermentasi memiliki keunggulan nutrisi yang lebih baik dibandingkan pakan biasa. Proses fermentasi meningkatkan kandungan protein dan gizi lainnya yang dibutuhkan oleh ternak. Dengan mengonsumsi pakan yang kaya nutrisi ini, ternak diharapkan menjadi lebih sehat dan memiliki pertumbuhan yang optimal. Inisiatif ini tidak hanya mendukung ekonomi warga, tetapi juga secara tidak langsung menjaga kelestarian kawasan hutan dengan mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap sumber daya di dalam taman nasional.