News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Kabar Rimba: Pesona Fauna dan Semangat Pelestarian di Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas terus menjadi rumah bagi berbagai keanekaragaman hayati yang menakjubkan sekaligus menjadi pusat aksi pelestarian lingkungan. Melalui rangkaian edukasi di media sosial, kita diajak untuk mengenal lebih dekat satwa-satwa unik seperti Mandar Batu (Gallinula chloropus). Burung air dari keluarga Rallidae ini memiliki ciri fisik yang khas dengan tubuh berukuran sedang sekitar 31 cm, bulu hitam suram, serta paruh hijau buram dengan pangkal dan perisai dahi berwarna merah terang. Mandar Batu biasanya menghabiskan waktu di habitat perairan seperti danau, sawah, dan tambak payau untuk mencari serangga air hingga pucuk tanaman muda.

 

Selain burung air, penghuni kanopi hutan seperti Kangkareng Hitam (Anthracoceros malayanus) juga menjadi sorotan penting. Burung yang tersebar luas dari Thailand hingga Sumatera dan Kalimantan ini mendiami hutan primer dan dataran rendah, di mana mereka sering terlihat di bagian atas dan tengah kanopi hutan. Karena populasinya yang penting bagi ekosistem, Kangkareng Hitam secara resmi masuk dalam daftar satwa yang dilindungi berdasarkan Permen LHK No. 20 Tahun 2018. Upaya identifikasi satwa ini pun terus berkembang, seperti pada burung Madi-hijau Kecil (Calyptomena viridis) yang kini diklasifikasikan ke dalam keluarga Calyptomenidae setelah sebelumnya sempat masuk dalam keluarga Eurylaimidae.

 

Keindahan fauna tersebut tentu tidak akan bertahan tanpa adanya habitat yang sehat. Oleh karena itu, gerakan Menanam Pohon terus digalakkan, salah satunya di Area Reforestasi Mentru Kembar. Menanam pohon bukan hanya sekadar menjaga lapisan ozon dan menyediakan oksigen bagi makhluk hidup di seluruh dunia, tetapi juga merupakan bentuk investasi kebaikan. Secara spiritual, tindakan ini juga bernilai sedekah jariyah, sebagaimana hadis dari Anas RA yang menyebutkan bahwa setiap tanaman yang hasilnya dimakan oleh burung atau manusia akan menjadi sedekah bagi penanamnya.

Mari kita terus mendukung upaya pemulihan ekosistem di kawasan Taman Nasional Way Kambas. Dengan menjaga kelestarian hutan, kita memastikan bahwa generasi mendatang masih bisa melihat burung Madi-hijau Kecil yang berkilau atau mendengar suara kepakan sayap Kangkareng Hitam di alam liar. Setiap bibit yang kita tanam dan setiap pengetahuan yang kita bagikan adalah langkah nyata untuk bumi yang lebih hijau dan lestari.