News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal Burung Kedasi Hitam: Si Unik dengan Strategi Bertahan Hidup yang Tak Biasa
Taman Nasional Way Kambas kembali berbagi wawasan menarik melalui program mingguan mereka yang dikenal dengan tagar #KaBur atau Kamis Burung. Kali ini, perhatian tertuju pada seekor burung dengan tampilan fisik yang elegan namun memiliki perilaku yang cukup kontroversial di dunia ornitologi. Burung tersebut adalah Kedasi Hitam, atau dalam bahasa ilmiah dikenal sebagai Surniculus lugubris. Meskipun penampilannya terlihat tenang saat hinggap di dahan, burung ini menyimpan rahasia kelangsungan hidup yang sangat unik dan berbeda dari jenis burung pada umumnya.
Burung Kedasi Hitam dikenal memiliki kemampuan bertahan hidup yang luar biasa melalui perilaku yang tidak umum, yaitu parasitisme sarang. Alih-alih membangun sarang sendiri dan mengerami telurnya, burung ini memilih untuk menumpangkan telurnya di sarang burung inang lain. Strategi ini memungkinkan induk Kedasi Hitam untuk menghemat energi dalam pengasuhan, namun di sisi lain memberikan tantangan besar bagi burung inang yang harus merawat telur yang bukan miliknya.
Kekejaman naluri bertahan hidup ini berlanjut hingga telur tersebut menetas. Begitu anak burung Kedasi Hitam keluar dari cangkangnya, ia secara naluriah akan berusaha menyingkirkan telur asli milik burung inang dari sarangnya. Tindakan ini dilakukan agar anak Kedasi Hitam menjadi satu-satunya penghuni sarang, sehingga ia bisa mendapatkan perhatian penuh dan seluruh pasokan makanan dari induk angkatnya tanpa harus berbagi dengan saudara tiri lainnya.
Keberadaan Kedasi Hitam di kawasan hutan seperti Way Kambas memberikan gambaran nyata tentang betapa beragamnya strategi adaptasi satwa di alam liar. Melalui edukasi seperti program #KaBur ini, diharapkan masyarakat semakin mengenal kekayaan hayati Indonesia, termasuk perilaku-perilaku unik satwa yang mungkin jarang diketahui. Memahami siklus hidup dan interaksi antarspesies seperti ini sangat penting untuk mendukung upaya konservasi dan menjaga keseimbangan ekosistem di masa depan.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia