News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Inovasi Konservasi: Mengubah Kotoran Gajah Menjadi Kompos Blok untuk Pemulihan Ekosistem

Konservasi di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) tidak selalu bicara tentang satwa secara langsung, namun juga tentang bagaimana mengelola sisa-sisa alami yang mereka tinggalkan menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satu langkah kreatif yang dilakukan adalah pemanfaatan limbah kotoran gajah dan sapi untuk dijadikan briket atau kompos blok. Inovasi ini bertujuan untuk mendukung kegiatan pemulihan ekosistem di area Balai Taman Nasional Way Kambas agar berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Sebagai wujud nyata dari upaya tersebut, pada hari Kamis, 12 Januari 2023, telah dilaksanakan pelatihan pembuatan briket/kompos blok di Stasiun Penelitian Rawa Bunder, SPTN Wilayah I Way Kanan. Pelatihan ini bukan sekadar pertemuan biasa, melainkan sesi berbagi pengalaman teknis tentang bagaimana limbah yang selama ini terabaikan dapat memiliki nilai guna tinggi bagi kesuburan tanah di kawasan konservasi.

Materi pelatihan disampaikan langsung oleh Kepala BPDASHL Lampung, Bapak Idi Bantara. Peserta yang hadir meliputi petugas RPTN Rawa Bunder, mahasiswa dari Universitas Lampung (Unila), serta fungsional penyuluh kehutanan dan polhut. Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari akademisi hingga petugas lapangan, menunjukkan adanya sinergi yang kuat dalam mencari solusi ramah lingkungan untuk menjaga kelestarian TNWK.

Pemanfaatan kompos blok dari kotoran gajah ini diharapkan menjadi solusi cerdas dalam program penanaman kembali dan pemulihan lahan di taman nasional. Dengan menggunakan pupuk alami yang berasal dari dalam kawasan itu sendiri, siklus ekosistem tetap terjaga tanpa perlu bergantung pada bahan kimia luar. Ini adalah bukti bahwa melalui ilmu pengetahuan dan kepedulian, setiap aspek di alam—bahkan kotoran satwa sekalipun—dapat berkontribusi pada masa depan bumi yang lebih hijau.