News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Menilik Rencana Besar Penataan Wisata dan Pesona Rusa Sambar di Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus bergerak maju dalam memperkuat sistem pengelolaan kawasannya demi keberlanjutan ekosistem dan edukasi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang baru-baru ini dilaksanakan adalah monitoring terhadap kegiatan mitra Cakra Madani Selia yang sedang menyusun “Master Plan di Taman Nasional Way Kambas”. Kegiatan ini sangat krusial karena rancangan tersebut akan menjadi fondasi utama dalam mengarahkan pengembangan kawasan di masa depan agar tetap selaras dengan prinsip konservasi.

 

Proses penyusunan Master Plan ini tidak dilakukan secara tertutup, melainkan melibatkan kolaborasi multi-pihak yang melibatkan tim dari ACB (ASEAN Centre for Biodiversity), Gitec, dan Penabulu. Menariknya, rencana besar ini juga dirancang untuk saling terhubung dengan “Penyusunan Roadmap Penataan Wisata di PLG (Pusat Latihan Gajah)” yang sebelumnya telah dikerjakan oleh tim ALeRT. Sinkronisasi ini bertujuan agar penataan fasilitas wisata di pusat konservasi gajah dapat berjalan terpadu dengan visi besar pengelolaan taman nasional secara keseluruhan.

 

Di tengah upaya penataan administratif dan infrastruktur tersebut, TNWK tetap konsisten membagikan edukasi mengenai kekayaan biodiversitasnya, salah satunya melalui segmen #MaJu (Mamalia Jumat) yang membahas tentang Rusa Sambar. Satwa ini merupakan jenis rusa terbesar di antara lima jenis rusa yang ada di Indonesia, dengan tinggi rata-rata mencapai 1–1,6 meter dan panjang tubuh sekitar 1,5 meter. Di Indonesia, persebaran alami mamalia megah ini hanya dapat ditemukan di pulau Sumatera dan Kalimantan.

Keunikan Rusa Sambar terletak pada perbedaan karakteristik fisik antara jantan dan betina. Rusa jantan dewasa dapat memiliki berat antara 90–125 kg dan dibekali tanduk khas yang mampu tumbuh hingga panjang 1 meter. Fenomena unik pada tanduk ini adalah sifatnya yang akan lepas sekitar setahun setelah tumbuh, untuk kemudian tumbuh kembali seperti semula. Sementara itu, rusa betina dewasa umumnya memiliki bobot yang sedikit lebih ringan, yakni sekitar 80–90 kg. Dengan adanya perencanaan kawasan yang matang, diharapkan habitat bagi satwa ikonik seperti Rusa Sambar ini akan terus terjaga dan terlindungi dengan baik.