News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Pesona Raksasa di Atas Pohon: Mengenal Jelarang, Bajing Terbesar di Hutan Way Kambas
Kabar penting bagi para pecinta satwa liar dan Sobat Way Kambas! Hutan kita dihuni oleh berbagai makhluk unik yang sering kali luput dari pandangan, salah satunya adalah Jelarang atau yang dikenal secara internasional sebagai Black Giant Squirrel. Satwa yang memiliki nama ilmiah Ratufa bicolor ini merupakan anggota kelompok bajing pohon (tree squirrel) yang memiliki keistimewaan luar biasa dibandingkan kerabat bajing lainnya. Keberadaannya di tajuk-tajuk tinggi hutan menjadi simbol kekayaan biodiversitas yang harus kita jaga bersama.
Hal yang paling mencolok dari Jelarang adalah ukuran tubuhnya yang sangat besar, menjadikannya salah satu jenis bajing terbesar di dunia. Sesuai dengan namanya, ia memiliki bulu dominan berwarna hitam pekat di bagian punggung dan ekor, dengan bagian bawah tubuh yang cenderung berwarna terang atau kekuningan. Ekornya yang sangat panjang dan tebal berfungsi sebagai penyeimbang yang handal saat ia melompat dengan lincah di antara dahan-dahan pohon yang tinggi di kawasan Taman Nasional Way Kambas.
Sebagai satwa arboreal, Jelarang menghabiskan hampir seluruh hidupnya di atas pohon untuk mencari makan berupa buah-buahan, biji-bijian, dan pucuk daun. Perannya dalam ekosistem sangat vital, terutama dalam proses regenerasi hutan karena Jelarang membantu penyebaran benih tanaman melalui sisa-sisa makanan yang jatuh ke lantai hutan. Kehadiran mereka merupakan indikator bahwa struktur hutan masih terjaga dengan baik dan memiliki ketersediaan sumber pakan yang cukup untuk satwa penghuni tajuk atas.
Melalui edukasi satwa malam minggu ini, kita diingatkan betapa berharganya setiap spesies yang mendiami rumah besar kita, Taman Nasional Way Kambas. Melindungi habitat Jelarang berarti turut mengamankan masa depan hutan dan rantai makanan di dalamnya. Mari kita terus sebarkan semangat konservasi agar si “raksasa pohon” yang menawan ini tetap bisa melompat bebas dan lestari di habitat aslinya untuk generasi yang akan datang.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia