News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal Pekaka Emas, Si Raja Udang Berparuh Besar dari Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas kembali menyapa para pecinta alam melalui rubrik mingguan #KaBur atau Kamis Burung. Kali ini, perhatian tertuju pada salah satu penghuni hutan yang memiliki warna bulu sangat mencolok dan memanjakan mata, yaitu Pekaka Emas. Burung yang memiliki nama ilmiah Pelargopsis capensis ini merupakan salah satu jenis raja udang (kingfisher) yang bisa ditemukan di kawasan konservasi tersebut.
Secara fisik, Pekaka Emas sangat mudah dikenali karena ukurannya yang tergolong besar untuk kategori raja udang, yakni mencapai sekitar 35 cm. Penampilannya sangat eksotis dengan perpaduan warna yang kontras; bagian kepala dan leher berwarna kecokelatan atau krem keemasan, punggung dan sayap berwarna biru cerah yang berkilau, serta paruh besar berwarna merah menyala yang menjadi senjata utamanya saat berburu mangsa di sekitar perairan.
Mengenai status konservasinya, menurut daftar merah IUCN, Pekaka Emas saat ini dikategorikan dalam status Resiko Rendah atau Least Concern (LC). Meskipun populasinya dianggap masih stabil di alam liar, burung ini tetap mendapatkan perlindungan hukum yang kuat di Indonesia. Status perlindungan ini didasarkan pada UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya serta PP No. 7 Tahun 1999 tentang Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi.
Kehadiran Pekaka Emas di ekosistem Taman Nasional Way Kambas menjadi indikator bahwa rantai makanan dan kondisi lingkungan di sana masih terjaga dengan baik. Sebagai burung yang sering memangsa ikan kecil, katak, hingga krustasea, keberadaannya sangat bergantung pada kelestarian habitat air dan hutan. Oleh karena itu, melindungi Pekaka Emas bukan hanya soal menjaga satu spesies, tetapi juga menjaga keutuhan ekosistem yang ada di Lampung dan sekitarnya.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia