News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal Lebih Dekat Perbedaan Pelanduk Napu dan Pelanduk Kancil di Way Kambas

Taman Nasional Way Kambas kembali menyapa para pecinta alam melalui unggahan edukatif di media sosial mereka. Kali ini, sorotan diberikan kepada salah satu mamalia mungil yang menghuni rimbunnya hutan Lampung, yakni Pelanduk. Dalam sebuah foto yang diambil pada malam hari, terlihat mata pelanduk yang bersinar memantulkan cahaya, memberikan kesan misterius sekaligus eksotis dari fauna nokturnal Indonesia.

Meskipun sekilas terlihat serupa, ternyata ada dua jenis pelanduk yang sering membingungkan masyarakat, yaitu Pelanduk Napu (Tragulus napu) dan Pelanduk Kancil (Tragulus kanchil). Perbedaan utama yang paling mencolok terletak pada ukuran tubuhnya. Pelanduk Napu memiliki postur yang lebih besar dan kekar dibandingkan kerabatnya, si Kancil, yang jauh lebih mungil. Selain ukuran, corak garis putih pada bagian leher dan dada juga menjadi kunci identifikasi untuk membedakan kedua spesies ini di habitat aslinya.

Keberadaan kedua jenis pelanduk ini di Taman Nasional Way Kambas menunjukkan betapa kayanya biodiversitas yang dimiliki oleh Provinsi Lampung. Sebagai mamalia berkuku genap yang tidak memiliki tanduk, pelanduk memainkan peran penting dalam ekosistem hutan sebagai pemakan buah-buahan jatuh dan pucuk daun. Melalui edukasi yang konsisten dari pihak BTN Way Kambas, diharapkan masyarakat semakin peduli akan kelestarian satwa-satwa ini agar tidak hanya menjadi cerita legenda “Si Kancil” bagi generasi mendatang.

Jangan lupa untuk selalu mendukung upaya konservasi dengan cara menjaga kebersihan lingkungan saat berkunjung ke kawasan taman nasional dan tidak melakukan aktivitas yang dapat merusak habitat satwa liar. Mari kita jaga bersama harta karun alam kita!