News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Si Kecil yang Menawan: Mengenal Burung Madu Sriganti di Kawasan Way Kambas
Kabar penting bagi para pengamat burung dan Sobat Way Kambas! Kekayaan avifauna di Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali menyuguhkan pesona melalui salah satu penghuninya yang dikenal sebagai “si ganteng”, yaitu burung Madu Sriganti atau Cinnyris ornatus. Spesies yang berasal dari keluarga Nectariniidae ini merupakan salah satu jenis burung yang memainkan peran penting dalam ekosistem sebagai agen penyerbuk alami bagi berbagai jenis tanaman.
Sesuai dengan namanya, burung Madu Sriganti adalah jenis burung pemakan nektar, meskipun mereka juga kerap mengonsumsi biji-bijian kecil untuk melengkapi kebutuhan nutrisinya. Penampilan fisik burung ini sangat memukau dengan perpaduan warna kuning cerah pada bagian bawah tubuh dan warna gelap metalik yang elegan pada bagian tenggorokan hingga dada. Kehadiran mereka sering kali dapat dideteksi dari suara kicaunya yang khas saat sedang aktif berpindah dari satu bunga ke bunga lainnya.
Keberadaan Madu Sriganti di kawasan Way Kambas menjadi indikator bahwa vegetasi berbunga di area tersebut masih terjaga dengan baik. Burung-burung ini sangat bergantung pada ketersediaan sumber pakan alami yang hanya bisa disediakan oleh hutan yang sehat. Melalui rubrik edukasi #KaBur (Kamis Burung), kita diingatkan betapa pentingnya menjaga setiap jengkal habitat di TNWK agar siklus hidup burung-burung kecil yang cantik ini tetap berlangsung tanpa gangguan.
Mari kita terus lestarikan alam Way Kambas agar “si ganteng” Madu Sriganti tetap bisa terbang bebas dan memberikan warna di antara pepohonan. Mengenali spesies ini adalah langkah kecil untuk menumbuhkan rasa cinta yang besar terhadap keanekaragaman hayati Indonesia. Teruslah menjadi bagian dari perjuangan konservasi agar kepakan sayap burung-burung indah ini tetap menghiasi cakrawala nusantara hingga masa depan.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia