News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Memperkuat Garda Depan Konservasi: Balai TN Way Kambas Terima Kunjungan Peserta Pelatihan Kepemimpinan KLHK
Pada tanggal 9 Agustus 2022, Balai Taman Nasional (TN) Way Kambas mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah bagi kunjungan strategis dari Peserta Pelatihan Kepemimpinan Perlindungan Habitat dan Pengendalian Pemanfaatan dan Peredaran Tumbuhan dan Satwa Liar. Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas manajerial dan operasional di lingkup internal Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), khususnya bagi Direktorat Jenderal KSDAE. Fokus utama dari kegiatan ini adalah membekali para pemimpin masa depan dengan pemahaman mendalam mengenai perlindungan, pengamanan, hingga pengendalian peredaran satwa liar secara nyata di lapangan.






Kegiatan yang bertajuk “Pelatihan Kepemimpinan Perlindungan Habitat dan Pengendalian Pemanfaatan dan Peredaran Satwa Liar Tingkat Menengah” ini dirancang untuk memberikan pengalaman observasi yang komprehensif. Selama berada di Balai TN Way Kambas, para peserta tidak hanya berdiskusi di dalam ruangan, tetapi juga dibagi menjadi tiga kelompok kerja untuk meninjau tiga lokasi berbeda dengan fokus isu yang spesifik. Melalui pembagian ini, diharapkan para peserta dapat melihat spektrum tantangan konservasi dari berbagai sudut pandang, mulai dari pemberdayaan masyarakat hingga manajemen konflik.
Kelompok pertama bergerak menuju Desa Margahayu dengan fokus pada observasi pendekatan pencegahan terhadap pelaku kejahatan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) melalui metode livelihood atau pengembangan mata pencaharian alternatif. Sementara itu, kelompok kedua melakukan observasi intervensi di tingkat desa di Labuhan Ratu Enam guna membangun perekonomian desa demi menekan potensi perburuan TSL, termasuk melalui pengembangan pasar rakyat, rest area, dan desa wisata. Kelompok terakhir berfokus pada Menara Jaga Konflik Satwa untuk mempelajari inisiatif swadaya dalam mengurangi konflik manusia-satwa, yang ditinjau dari sisi manajemen, efektivitas, serta tata kelola sumber daya.
Melalui kunjungan lapangan yang intensif ini, diharapkan para peserta pelatihan dapat membawa pulang perspektif baru dalam merancang kebijakan yang lebih taktis dan humanis. Kolaborasi antara penguatan kapasitas internal dan keterlibatan aktif masyarakat desa penyangga merupakan kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem di TN Way Kambas. Mari terus dukung upaya pelestarian hutan dan satwa liar kita agar tetap lestari untuk generasi mendatang.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia