News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Pesona Luntur Putri: Sang Permata Merah yang Langka dari Way Kambas
Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali memperkenalkan salah satu kekayaan faunanya yang luar biasa memikat mata. Kali ini, perhatian tertuju pada seekor burung dengan perpaduan warna yang sangat kontras dan cantik, yaitu Scarlet-rumped Trogon (Harpactes duvaucelii). Di Indonesia, burung ini lebih akrab disapa dengan nama Luntur Putri. Kehadirannya di hutan tropis menjadi bukti betapa kayanya biodiversitas yang tersimpan di dalam kawasan konservasi ini.
Secara taksonomi, Luntur Putri merupakan anggota dari famili Trogonidae. Burung ini memiliki ukuran tubuh yang relatif mungil, yakni sekitar 23 cm. Penampilannya sangat khas dengan kombinasi warna yang mencolok: bagian kepala berwarna hitam dan merah, iris mata berwarna coklat, serta kulit di sekitar mata yang berwarna biru. Selain itu, paruh dan kakinya juga memiliki sentuhan warna kebiruan yang menambah keunikan fisiknya.
Perbedaan antara jantan dan betina pada spesies ini cukup terlihat jelas. Burung jantan memiliki kepala hitam dengan perut merah tua yang dominan, serta bagian punggung berwarna coklat muda. Salah satu ciri paling ikonik dari sang jantan adalah tunggingnya yang berwarna merah tua khas, serta tidak adanya tanda kalung atau sabit pada bagian dada. Sementara itu, burung betina cenderung memiliki warna yang lebih kalem namun tetap mempesona.
Sayangnya, keberadaan Luntur Putri saat ini berstatus dilindungi karena populasinya yang hampir terancam punah. Hal ini menjadikan setiap perjumpaan dengan burung ini di alam liar sebagai momen yang sangat berharga. Melalui pengenalan satwa seperti Luntur Putri, kita diingatkan kembali untuk terus mendukung upaya pelestarian hutan di Taman Nasional Way Kambas agar “sang permata merah” ini tidak hilang ditelan zaman dan tetap bisa dinikmati oleh generasi mendatang.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia