News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal Jejak dan Karakteristik Badak Sumatera, Sang Badak Berambut yang Kian Langka
Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis) merupakan salah satu kekayaan fauna Indonesia yang kini berada dalam status sangat terancam punah (Critically Endangered). Sebagai upaya untuk melestarikan satwa eksotis ini, penting bagi kita untuk mengenali karakteristik uniknya. Berbeda dengan jenis badak lainnya di dunia, Badak Sumatera memiliki ciri fisik yang sangat mencolok, yakni seluruh permukaan tubuhnya ditutupi oleh rambut yang pendek dan kaku. Karena keunikan ini, mereka sering dijuluki sebagai “the hairy rhinoceros” atau badak berambut.




Dari segi ukuran, Badak Sumatera adalah jenis badak terkecil di antara lima spesies badak yang masih bertahan hidup di dunia saat ini. Selain rambut di sekujur tubuh, rambut lebat juga secara khusus dapat ditemukan pada bagian ujung ekor dan ujung telinga mereka. Dahulunya, wilayah persebaran mamalia besar ini sangat luas, mencakup hutan-hutan pegunungan mulai dari India hingga ke berbagai wilayah di Asia Tenggara, namun kini populasinya sangat terbatas dan memerlukan perlindungan ekstra di habitat aslinya.
Bagi para petugas hutan maupun peneliti, mengidentifikasi keberadaan Badak Sumatera di alam liar merupakan tantangan tersendiri. Namun, ada beberapa tanda alam yang bisa menjadi petunjuk keberadaan mereka. Beberapa tanda tersebut meliputi bekas pelintiran pada dahan pohon, bekas urin yang tertinggal pada dedaunan, hingga bekas gigitan pakan pada tumbuhan hutan. Selain itu, adanya kotoran (boli), bekas tapak kaki yang khas, serta kubangan lumpur yang sering digunakan badak untuk mendinginkan suhu tubuh juga menjadi indikator kuat bahwa sang badak berada di area tersebut.
Tanda-tanda lain yang tak kalah penting adalah adanya bekas kaisan pada tanah serta bekas gesekan tubuh dan cula pada batang pohon. Gesekan ini sering kali meninggalkan jejak lumpur dan rambut yang menempel, yang memperkuat identitas mereka sebagai penghuni kawasan tersebut. Melalui pemahaman akan tanda-tanda keberadaan ini, diharapkan masyarakat luas semakin peduli terhadap upaya konservasi Badak Sumatera agar satwa kebanggaan Indonesia ini terhindar dari ancaman kepunahan.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia