News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Mengenal 5 Spesies Badak Dunia: Indonesia Menjadi Rumah Terakhir Bagi Badak Jawa dan Sumatera

Dunia saat ini hanya memiliki lima jenis spesies badak yang masih bertahan hidup di dua benua, yakni Afrika dan Asia. Benua Afrika menjadi habitat bagi Badak Hitam (Diceros bicornis) yang tersebar di wilayah Afrika Timur dan Tengah, serta Badak Putih (Ceratotherium simum) yang berada di bagian utara dan selatan Afrika. Sementara itu, Benua Asia bangga memiliki tiga spesies lainnya: Badak India (Rhinoceros unicornis), Badak Sumatera (Dicerorhinus sumatrensis), dan Badak Jawa (Rhinoceros sondaicus). Kita patut bersyukur karena dari total lima spesies dunia tersebut, dua di antaranya berada di Indonesia.

 

Badak Jawa, yang juga dikenal sebagai Badak Sunda atau badak bercula satu, memegang predikat sebagai spesies badak paling langka di dunia. Dahulu, wilayah persebarannya sangat luas mencakup Asia Tenggara, India, hingga Tiongkok, namun kini mereka hanya dapat ditemukan di satu titik terakhir: Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK), Banten. Dengan populasi yang hanya tersisa sekitar 74 ekor, statusnya berada dalam kondisi sangat terancam punah (Critically Endangered) akibat ancaman bencana alam dan wabah penyakit.

 

Secara fisik, Badak Jawa dewasa adalah megafauna yang mengesankan dengan berat mencapai 1,6 hingga 2,3 ton dan panjang tubuh antara 2 sampai 4 meter. Salah satu keunikannya adalah pada bagian cula; hanya badak jantan yang memiliki cula sepanjang 20-27 cm, sementara badak betina umumnya tidak memiliki cula. Untuk bertahan hidup, mereka mengonsumsi tunas, ranting, serta daun muda, dan melakukan aktivitas penting seperti berkubang serta menggaram untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh.

Selain Badak Jawa, Indonesia juga menjadi rumah bagi Badak Sumatera yang tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan. Badak Sumatera memiliki ciri khas yang sangat berbeda karena merupakan satu-satunya badak Asia yang memiliki dua cula dan bertubuh paling kecil di antara kerabatnya. Karena sifat mereka yang sangat pemalu, keberadaan badak di alam liar sering kali hanya bisa diketahui melalui tanda-tanda tidak langsung, seperti adanya kubangan, gesekan cula pada pohon, bekas kaisan, jejak pakan, pelintiran dahan, hingga urin dan feses yang ditinggalkan di lantai hutan.