News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Belajar Kreativitas dari Payungi: Upaya Masyarakat Penyangga TNWK Kembangkan Wisata

Semangat memajukan potensi desa penyangga Taman Nasional Way Kambas (TNWK) terus berkobar. Pada hari Minggu, 26 Desember 2021, sekelompok masyarakat penggerak wisata dari desa-desa sekitar TNWK melakukan kunjungan belajar atau anjangsana ke Payungi University di Yosomulyo, Kota Metro. Kunjungan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan mencari inspirasi mengenai pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas.

Para peserta merasa sangat beruntung karena berkesempatan berdiskusi langsung dengan Dharma Setiawan, founder dari Pasar Yosomulyo Pelangi (Payungi). Sosok yang akrab disapa Mas Dharma ini berbagi kisah inspiratif mengenai perjalanan panjang membangun Pasar Pelangi. Ia menceritakan bagaimana proses awal berdirinya pasar tersebut, dari sebuah ide sederhana hingga bertransformasi menjadi pusat ekonomi kreatif yang mandiri dan diakui secara luas.

Diskusi yang hangat tersebut menjadi momen berharga bagi masyarakat penyangga TNWK untuk belajar mengenai tata kelola wisata kreatif dan cara menggerakkan partisipasi publik. Pengalaman Payungi dalam mengubah wajah sebuah desa menjadi destinasi yang menarik memberikan banyak pelajaran praktis yang dapat diadaptasi untuk mengembangkan potensi wisata di sekitar kawasan taman nasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para penggerak wisata di desa penyangga TNWK pulang membawa semangat baru untuk berinovasi. Dengan memanfaatkan kekayaan alam dan budaya lokal, masyarakat diharapkan mampu menciptakan destinasi wisata yang tidak hanya menarik bagi pengunjung, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata tanpa merusak kelestarian alam taman nasional yang harus dijaga bersama.