News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Tingkatkan Keterampilan Masyarakat: KTH Binaan TNWK Pelajari Teknik Budidaya Lebah Madu Apis Cerana

Melanjutkan rangkaian kegiatan edukasi di Jawa Tengah, Kelompok Tani Hutan (KTH) binaan penyuluh Taman Nasional Way Kambas (TNWK) kembali menyerap ilmu baru pada Selasa, 29 September 2021. Di tengah suasana pagi yang berkabut di Desa Darmakradenan, para peserta pelatihan masih menunjukkan semangat tinggi untuk mendalami potensi alam melalui budidaya lebah madu. Kali ini, fokus pelatihan beralih pada teknik budidaya lebah madu jenis Apis cerana yang dilaksanakan di Prawita Garden.

 

Materi pelatihan hari kedua ini sangat teknis dan aplikatif, di mana para peserta diajarkan cara membuat kotak atau stup lebah yang ideal sebagai rumah bagi koloni lebah madu. Keamanan dalam bekerja juga menjadi prioritas, sehingga para peserta diberikan pengenalan mengenai Alat Pelindung Diri (APD) khusus untuk melindungi diri dari risiko sengatan lebah saat proses pemeliharaan maupun pemanenan. Pengetahuan ini sangat penting agar budidaya dapat berjalan produktif sekaligus aman bagi para pembudidaya.

 

Antusiasme peserta semakin memuncak saat mereka diajak untuk melakukan praktik langsung di lapangan. Setelah mempelajari teori pembuatan stup, para peserta diajak meninjau langsung lokasi penempatan kotak lebah (log) milik KTH Petani Muda Prawita di Desa Darmakradenan. Di lokasi tersebut, mereka mempraktikkan cara memanen madu sesuai prosedur yang benar untuk menjaga kualitas madu tetap segar dan murni. Pengalaman langsung ini memberikan gambaran nyata tentang potensi ekonomi yang bisa dihasilkan jika dikelola dengan serius.

Kegiatan ini diharapkan mampu membekali KTH binaan TNWK dengan keterampilan mumpuni untuk mengembangkan unit usaha baru di daerah asal mereka. Dengan menguasai teknik budidaya lebah madu Apis cerana, masyarakat tidak hanya mendapatkan alternatif penghasilan, tetapi juga turut serta dalam menjaga kelestarian lingkungan melalui peran lebah sebagai penyerbuk alami. Kolaborasi antara pengelola taman nasional dan masyarakat sekitar kawasan diharapkan terus terjalin demi kesejahteraan bersama dan kelestarian hutan.