News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Sinergi Konservasi dan Pemberdayaan: Kunjungan PKK Lampung Timur ke Camp ERU Way Kambas

Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) baru saja menerima kunjungan istimewa dari Ketua Tim Penggerak PKK Lampung Timur, Yus Bariah Dawam Raharjo, beserta Wakil Ketua Ibu Huzaimah Azwar dan rombongan. Rombongan disambut langsung oleh Nazarudin selaku Plh. Kepala SPTN Wilayah II Bungur di Camp ERU (Elephant Response Unit) yang berlokasi di Desa Tegalyoso. Pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat hubungan antara pengelola kawasan konservasi dengan pemerintah daerah serta masyarakat di sekitar batas hutan.

Dalam kesempatan tersebut, pihak Balai TNWK memberikan penjelasan mendalam mengenai berbagai program strategis yang dijalankan oleh Camp ERU, terutama yang berada di perbatasan Desa Tegalyoso dan Desa Taman Fajar. Selain fokus pada perlindungan gajah, dipaparkan pula berbagai inisiatif pemberdayaan masyarakat desa penyangga yang dilaksanakan secara mandiri oleh Balai TNWK maupun melalui kolaborasi dengan para mitra. Hal ini menunjukkan bahwa pengelolaan taman nasional tidak hanya berfokus pada satwa, tetapi juga pada kesejahteraan warga sekitarnya.

Apresiasi tinggi disampaikan oleh Ibu Yus Bariah Dawam Raharjo atas dedikasi Balai TNWK dalam menangani gangguan gajah liar yang sering terjadi di pemukiman warga. Beliau menyatakan rasa terima kasihnya karena keberadaan tim ERU telah sangat membantu masyarakat dalam upaya penanganan konflik satwa tersebut. Melalui kerja sama yang erat ini, diharapkan masyarakat desa-desa penyangga dapat hidup berdampingan secara harmonis dengan satwa liar dan turut serta menjaga kelestarian ekosistem hutan.

Kunjungan ditutup dengan peninjauan destinasi wisata Alas Pring di Desa Taman Fajar, yang merupakan salah satu desa binaan Balai TNWK bersama mitra Komunitas untuk Hutan Sumatera (KHS) melalui program ERU. Kehadiran destinasi ini menjadi bukti nyata bahwa konservasi dapat berjalan beriringan dengan pengembangan potensi ekonomi lokal melalui ekowisata. Semoga kolaborasi antara pemerintah daerah, masyarakat, dan pengelola taman nasional ini terus berkelanjutan demi Way Kambas yang lebih lestari.