News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Mengenal "Si Loreng" Harimau Sumatera: Sang Kucing Besar Penjaga Hutan
Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae) sering kali dijuluki sebagai “Si Loreng” karena ciri khas pola garis pada tubuhnya. Banyak orang mungkin belum menyadari bahwa pola loreng pada harimau memiliki fungsi yang mirip dengan sidik jari pada manusia. Setiap individu harimau memiliki pola loreng yang unik dan berbeda satu sama lain. Meskipun sekilas nampak serupa, pola pada wajah dan kaki sering menjadi petunjuk utama bagi para peneliti untuk membedakan identitas antara satu individu dengan individu lainnya.


Selain sebagai identitas diri, warna dan pola loreng ini merupakan alat pertahanan dan strategi berburu yang sangat efektif. Pola tersebut berfungsi sebagai kamuflase yang sempurna di antara rimbunnya vegetasi hutan, memungkinkan mereka mendekati mangsa tanpa terdeteksi. Sebagai penguasa wilayah, harimau akan menguasai teritori tertentu untuk bertahan hidup dan berkembang biak. Keberadaan mereka sangat bergantung pada kelimpahan mangsa serta luasnya daya jelajah hutan yang mereka gunakan untuk beraktivitas, mulai dari beristirahat hingga mencari pasangan.
Menariknya, harimau memiliki perilaku yang sangat mirip dengan kucing peliharaan di rumah kita karena mereka masih berada dalam keluarga besar kucing. Harimau adalah hewan yang cenderung soliter atau penyendiri, kecuali saat musim berbiak atau ketika induk sedang mengasuh anaknya. Mereka juga memiliki kebiasaan berburu sendirian dan sangat menjaga teritorialnya, salah satunya dengan cara menandai wilayah kekuasaan menggunakan air seni.
Persamaan lain dengan kucing rumahan adalah perilaku mengasah cakar. Jika kucing di rumah sering mencakar permukaan kasar, harimau pun melakukan hal yang sama di hutan untuk memastikan senjata alaminya tetap tajam dan siap digunakan untuk berburu. Meskipun dikenal sebagai predator puncak yang tangguh, pada dasarnya harimau memiliki sifat yang cenderung menghindari pertemuan langsung dengan manusia. Mengenal lebih dalam karakteristik “Si Loreng” ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa kepedulian kita untuk terus menjaga kelestarian habitat asli mereka di alam liar.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia