News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Kembalikan Kebebasan Alam: Balai TNWK Lepasliarkan Puluhan Satwa Liar di Hari Lingkungan Hidup
Kabar penting bagi kelestarian satwa endemik Indonesia! Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup sekaligus rangkaian Road To Hari Konservasi Alam Nasional (HKAN) 2021, sebuah aksi nyata pelestarian alam telah sukses dilaksanakan di jantung Lampung. Balai Taman Nasional Way Kambas (TNWK) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Timur melakukan pelepasliaran puluhan individu satwa liar kembali ke habitat aslinya. Kegiatan ini menjadi simbol kuat bahwa sinergi antara otoritas pusat dan daerah sangat krusial dalam menjaga keanekaragaman hayati nusantara.
Aksi pelepasliaran ini mencakup berbagai jenis spesies yang memiliki peran penting dalam keseimbangan ekosistem. Beberapa satwa yang berhasil dikembalikan ke hutan antara lain adalah 2 ekor Kukang sumatera (Nycticebus coucang), 1 ekor Elang tikus (Elanus caeruleus), serta 1 ekor Ular sanca darah hitam (Python curtus). Keberagaman jenis satwa yang dilepasliarkan menunjukkan kekayaan hayati yang masih harus terus kita lindungi di wilayah Taman Nasional Way Kambas.
Selain spesies tersebut, tim gabungan juga melepasliarkan 3 ekor Ular sanca darah (Python brongersmai) dan jumlah yang sangat signifikan dari spesies burung, yakni 81 ekor Perkutut jawa (Geopelia striata). Pelepasliaran burung dalam jumlah besar ini diharapkan dapat segera memperkuat populasi alami di kawasan dan membantu proses penyebaran biji serta pengendalian serangga secara alami. Kehadiran Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) yang diwakili oleh Plt. Kepala Balai TNWK memberikan penegasan akan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan setiap individu satwa liar.
Mari kita jadikan momen ini sebagai pengingat bahwa setiap satwa memiliki peran tak tergantikan bagi kesehatan bumi kita. Dukungan masyarakat untuk tidak memelihara satwa liar secara ilegal adalah bentuk kontribusi nyata agar aksi pelepasliaran seperti ini tidak perlu sering dilakukan karena satwa sudah aman di rumahnya. Teruslah menjadi mata dan telinga bagi perlindungan hutan, dan mari kita pastikan generasi mendatang masih dapat menyaksikan kemegahan elang dan kelincahan kukang di habitat aslinya.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia