News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Ngabuburit di Hutan: Mengenal Pemulihan Lingkungan Melalui Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL)

Mengisi waktu luang di sore hari atau yang akrab disebut dengan “ngabuburit” tidak selalu harus dilakukan dengan sekadar jalan-jalan sore atau berburu takjil. Dalam sebuah inisiatif yang edukatif, Balai Taman Nasional Way Kambas menghadirkan program “Ngabuburit di Hutan” yang berfokus pada pembahasan krusial mengenai kelestarian alam. Topik utama yang diangkat adalah Pemulihan Lingkungan melalui Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL), sebuah langkah nyata dalam menjaga ekosistem agar tetap seimbang dan lestari bagi generasi mendatang.

Diskusi menarik ini dipandu oleh sosok inspiratif Tasya Kamila yang berperan sebagai host. Kehadiran Tasya memberikan warna tersendiri dalam menyampaikan pesan-pesan lingkungan agar lebih mudah diterima oleh kalangan milenial. Tidak sendirian, ia ditemani oleh narasumber yang kompeten di bidangnya, yaitu Kak Indy selaku Staf dari Ditjen PDASRH (Pengendalian Daerah Aliran Sungai dan Rehabilitasi Hutan). Kombinasi antara figur publik dan praktisi pemerintahan ini bertujuan untuk memberikan wawasan yang mendalam namun tetap santai mengenai kebijakan dan aksi nyata di lapangan.

Selain membahas sisi teknis dan kebijakan, acara ini juga menghadirkan perspektif dari dunia seni melalui kehadiran Kak Ridho Hafiez, sang gitaris band Slank. Keterlibatan musisi dalam kampanye lingkungan seperti ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap alam adalah tanggung jawab lintas profesi. Melalui bincang-bincang ini, masyarakat diajak untuk memahami bahwa rehabilitasi hutan bukan hanya soal menanam pohon, tetapi juga tentang memulihkan fungsi ekosistem dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

Bagi Anda yang ingin mendalami lebih jauh mengenai proses pemulihan lingkungan ini, video lengkap diskusinya dapat disaksikan melalui kanal YouTube resmi Kementerian LHK. Selain mendapatkan ilmu baru yang bermanfaat, para penonton juga diajak berinteraksi melalui kolom komentar untuk menceritakan poin-poin penting yang didapat. Upaya kolaboratif seperti ini diharapkan dapat memicu semangat lebih banyak orang untuk ikut berkontribusi dalam menjaga hijau hutan Indonesia.