News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Memperkuat Peran Desa Penyangga: Pelatihan Teknik Fasilitasi dan Pemberdayaan Masyarakat di Way Kambas
Sinergi antara kawasan konservasi dan masyarakat di sekitarnya merupakan fondasi utama dalam menjaga kelestarian alam secara berkelanjutan. Menyadari hal tersebut, Balai Taman Nasional Way Kambas (BTNWK) terus berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas warga di desa-desa penyangga. Pada Rabu, 21 Oktober 2020, sebuah langkah nyata dilakukan melalui pembukaan kegiatan pelatihan yang berfokus pada teknik fasilitasi dan pendampingan masyarakat.






Kegiatan yang berlangsung di Desa Labuhan Ratu 6 ini dibuka secara resmi oleh Kepala Balai TN Way Kambas, Bapak Amri, S.H., M.Hum. Desa Labuhan Ratu 6 sendiri merupakan salah satu desa penyangga yang memiliki peran strategis dalam mendukung perlindungan kawasan taman nasional. Dalam suasana yang tetap mengedepankan protokol kesehatan, para peserta diajak untuk memahami lebih dalam mengenai metode-metode pemberdayaan yang efektif agar masyarakat setempat dapat mandiri sekaligus menjadi mitra aktif dalam konservasi.
Tujuan utama dari pelatihan ini adalah untuk memperkuat kemampuan para fasilitator desa yang berada di garis depan pendampingan masyarakat di sekitar kawasan TNWK. Dengan dibekali teknik fasilitasi yang mumpuni, para kader desa diharapkan mampu memetakan potensi desa, menyerap aspirasi warga, dan merumuskan solusi bersama atas berbagai tantangan lingkungan maupun ekonomi. Pemberdayaan ini menjadi kunci agar upaya pelestarian hutan tidak lagi dipandang sebagai beban, melainkan sebagai peluang untuk bertumbuh bersama antara alam dan manusia.
Pihak BTNWK berharap melalui edukasi dan pendampingan yang konsisten, masyarakat desa penyangga dapat semakin berdaya dan sejahtera tanpa merusak ekosistem yang ada. Semangat gotong royong dan kesadaran kolektif yang dibangun dalam pelatihan ini diharapkan menjadi motor penggerak bagi kemajuan desa-desa di sekitar Way Kambas. Langkah ini menegaskan bahwa konservasi yang sukses adalah konservasi yang mampu merangkul dan memberikan manfaat bagi orang-orang yang tinggal di sekitarnya.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia