News & Blog

Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.

Sinergitas Pengelolaan Pariwisata Alam Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyelenggarakan seminar bertajuk “Sinergitas Pengelolaan Pariwisata Alam Ramah Lingkungan dan Berkelanjutan” yang bertempat di Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta. Acara ini dibuka dengan sambutan dari Sekretaris Jenderal KLHK, yang menekankan pentingnya kolaborasi antarpihak untuk memastikan bahwa pemanfaatan jasa lingkungan di kawasan hutan dapat berjalan secara optimal tanpa merusak ekosistem. Fokus utama dari seminar ini adalah membangun komitmen bersama dalam menjaga keseimbangan antara pengembangan ekonomi melalui pariwisata dan upaya konservasi alam yang berkelanjutan.

Dalam sesi pertama, diskusi mendalam dilakukan mengenai peningkatan kualitas pariwisata di berbagai kawasan, mulai dari kawasan konservasi hingga hutan produksi dan hutan lindung. Para ahli membahas tantangan nyata dalam mengelola jasa lingkungan serta menyusun panduan praktis mengenai hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan (do and don’t) dalam pengelolaan pariwisata alam. Selain itu, ditekankan pula penggunaan kriteria dan indikator SNI 8013:2014 sebagai alat monitoring yang efektif untuk memastikan standar pengelolaan pariwisata alam tetap terjaga, didukung dengan peran Indonesia Sustainable Tourism Award (ISTA) dalam memotivasi para pengelola kawasan.

Sesi kedua beralih pada perspektif pemangku kepentingan non-pemerintah dan berbagi pengalaman mengenai praktik terbaik (best practice) di lapangan. Berbagai inisiatif seperti skema standar ekowisata, gerakan cleanaction network, hingga pelaksanaan acara ramah lingkungan di kawasan konservasi menjadi poin-poin inspiratif yang dibagikan. Diskusi ini memberikan gambaran nyata bagaimana pengelolaan desa wisata ramah lingkungan, seperti yang dilakukan di Malasari, Jawa Barat, serta model interpretasi wisata alam dapat diimplementasikan untuk menciptakan pengalaman wisata yang edukatif sekaligus lestari bagi generasi mendatang.