News & Blog
Melindungi rumah terakhir bagi satwa kebanggaan Indonesia di Lampung.
Membedah Mitos Cula Badak: Fakta di Balik Keratin
Pernahkah Anda bertanya-tanya terbuat dari zat apa sebenarnya cula badak itu? Banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai khasiat cula badak, namun secara biologis, cula badak merupakan pengembangan jaringan atau diferensiasi epidermis. Proses ini membentuk keratin kompak pada bagian anterior badak. Keratin sendiri adalah serat protein yang dihasilkan oleh folikel keratin, jenisnya sama persis dengan protein yang membentuk rambut dan kuku pada manusia.
Penting bagi kita untuk memahami fakta ilmiah ini demi menekan angka perburuan liar. Faktanya, cula badak sama sekali tidak memiliki kandungan senyawa yang mampu menambah gairah seksual pria. Cula tersebut hanyalah kumpulan keratin yang tersusun sangat rapat dan padat, sehingga memiliki struktur yang sangat kuat dan keras. Dengan kata lain, mengonsumsi cula badak tidak akan memberikan efek medis yang luar biasa seperti yang sering digembar-gemborkan oleh mitos.
Melalui edukasi mengenai struktur anatomi ini, diharapkan kesadaran masyarakat untuk melindungi badak semakin meningkat. Keratin pada cula badak tidak memiliki kemampuan ajaib untuk meningkatkan vitalitas pria dewasa. Mari kita bersama-sama memutus rantai mitos yang membahayakan keberlangsungan hidup satwa langka ini dan menjaga kelestarian mereka di habitat aslinya seperti di Taman Nasional Way Kambas.
Latest News
-
31 Mar 2026Mengenal Gajah Sumatera: Sang Raksasa Cerdas Penjaga Keseimbangan Ekosistem Hutan -
28 Mar 2026Solusi Permanen Konflik Satwa: Soft Launching Pembangunan Pembatas di Taman Nasional Way Kambas -
28 Mar 2026Langkah Konkret Penyelamatan Gajah: Pembangunan Pembatas 138 KM di Way Kambas Dimulai -
27 Mar 2026Halalbihalal Pasca-Idulfitri di Way Kambas: Refleksi dan Solusi Konkret Akhiri Konflik Satwa-Manusia -
27 Mar 2026Harapan Baru dari Forum Rembuk: Pembangunan Pembatas 138 KM untuk Akhiri 43 Tahun Konflik Gajah-Manusia